Tampilkan postingan dengan label membuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membuat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

10 Pekerjaan yang membuat Stres di Dunia

 

Ada aspek-aspek tertentu dalam setiap pekerjaan yang memberikan kontribusi atau memperburuk depresi. Orang-orang dengan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami stres dapat mengontrol stresnya jika mereka mau mengurus diri sendiri dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan," ujar Deborah Legge, PhD, seorang konselor kesehatan mental di Buffalo, New York.

Seperti yang dikutip dari Health, berikut 10 pekerjaan dengan tingkat stres tertinggi.

1. Perawat Lansia dan Babysitter
Dilaporkan hampir 11% orang di dua bidang ini mengalami depresi berat dengan proporsi 13% di antara pada para pengangguran dan 7% pada populasi umum. Tiap harinya, kedua pekerjaan ini diharuskan memberi makan, memandikan dan merawat orang yang --kebanyakan-- tidak mampu mengungkapkan rasa terimakasih atau penghargaan karena terlalu sakit atau terlalu muda. "Inilah yang membuat stres, melihat orang-orang sakit dan tidak mendapat dukungan positif," ujar Christopher Willard, psikolog di Tufts University dan penulis buku Childs Mind.

2. Pramusaji
Umumnya, pekerjaan ini mendapatkan upah rendah, melelahkan dan selalu diperintah oleh banyak orang mengenai apa yang harus dilakukan setiap hari. Sebanyak 10% pramusaji mengalami depresi berat dalam setahun terakhir, dan hampi 15% wanita melakukan pekerjaan ini. "Ini merupakan pekerjaan tanpa pamrih. Orang-orang dapat berlaku kasar dan pekerjaan ini membutuhkan banyak tenaga fisik. Ketika orang mengalami depresi akan sulit untuk mendapat energi dan motivasi ketika dibutuhkan," kata Deborah Legge.

3. Pekerja Sosial
Berinteraksi dalam waktu yang lama dengan anak-anak yang dilecehkan atau keluarga bermasalah, tak jarang membuat orang dengan pekerjaan ini depresi. Belum lagi, para pekerja sosial dituntut untuk bekerja selama 24 jam. "Karena pekerja sosial harus bekerja dengan orang yang sangat membutuhkan mereka, sangat sulit untuk tidak mengorbankan banyak hal untuk pekerjaannya ini. Saya melihat banyak pekerja sosial yang mudah tersulut emosinya," ungkap Willard.

4. Pekerja di Bidang Kesehatan
Pekerjaan ini termasuk dokter, perawat, terapis dan profesi lain yang banyak memberi bantuan kepada orang lain namun sering melupakan diri sendiri. Pekerjaan seperti ini memiliki jam kerja yang lama dan tak tentu. Selain itu, pekerjaan ini terbebani dengan kenyataan bahwa keselamatan orang lain ada di tangan mereka.

"Setiap hari mereka melihat banyak orang sakit, trauma, kematian dan berurusan dengan keluarga pasien. Hal ini dapat mempengaruhi pandangan seseorang secara keseluruhan bahwa dunia adalah tempat yang menyedihkan."

5. Seniman, Entertainer dan Penulis
Biasanya pekerjaan ini tidak mendapatkan upah yang teratur, jam kerja tak menentu dan sering terisolasi dari kehidupan sosial. Orang-orang kreatif memiliki tingkat gangguan mood yang tinggi dan sekitar 9% orang dilaporkan mengalami depresi berat.

"Satu hal yang saya lihat banyak dialami pada para entertainer dan seniman adalah gangguan bipolar. Mungkin ada diagnosis gangguan mood yang tidak diobati pada orang yang artistik. Gangguan depresi sering ditemui pada mereka yang tertarik untuk bekerja di bidang seni. Gaya hidup mereka juga memberikan kontribusi untuk itu," kata Legge.

6. Guru
Tuntutan terhadap guru tampaknya terus berkembang. Tak hanya mengajar, mereka juga diharuskan mengoreksi tugas murid setelah pulang kerja. Menurut Willard, pekerjaan ini mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak yang berbeda. Misalnya, dari para murid, orang tua murid dan pihak sekolah. Semua memiliki standar yang berbeda.

7. Staf Administrasi
Orang-orang dalam bidang pekerjaan ini berada dalam garis depan, mendapat permintaan dari orang banyak namun mereka berada dalam tingkat terbawah untuk kekuasaan. Banyak staf administrasi yang merasa bahwa pekerjaannya tidak diakui sebagai pekerjaan yang mempermudah hidup orang lain. Hal ini membuat mereka merasa terbebani.

8. Petugas Reparasi
Orang dengan pekerjaan ini baru bekerja ketika ada sesuatu yang rusak atau berjalan tidak benar. Mereka juga harus bekerja dengan jadwal yang tidak menentu dan tak jarang sering mendapat giliran kerja larut malam. Walau pekerjaan mereka cukup membutuhkan banyak energi, upah yang diterima termasuk kecil. "Mereka sering mendapat pekerjaan yang berisiko dan berbahaya," tambah Willard.

9. Penasihat Keuangan
Banyak orang yang tidak suka berurusan dengan tabungan dan keuangan mereka karena membuat stres. Bayangkan jika harus menangani ribuan atau jutaan uang untuk orang lain. Menurut Legge, ada tanggung jawab yang begitu banyak saat mengelola keuangan orang lain. Ketika klien kehilangan uangnya, mereka akan dihujat banyak orang.

10. Staf Penjualan
Banyak orang yang bekerja dalam bidang ini mendapat upah dari berapa banyak penjualan mereka. Artinya, mereka tidak tahu secara pasti berapa banyak uang yang akan mereka dapat pada bulan depan. Tak jarang staf penjualan hidup berjauhan dari keluarga dan teman karena harus banyak menghabiskan waktu di luar rumah atau tinggal kota berbeda.

"Ketidakpastian pendapatan, tekanan luar biasa untuk mendapat hasil, dan waktu yang lama dapat membuat pekerjaan ini berisiko tinggi menyebabkan stres," kata Legge.
sumber

Kamis, 28 November 2013

Tips cara membuat foto bokeh yang indah dan menawan

Cara membuat foto bokeh - Untuk para pemula di dunia fotografi mungkin akan terkagung-kagum ketika melihat foto portrait dengan gambar blur pada backgroundnya namun sangat tajam pada objek utamanya. Foto demikian disebut dengan foto bokeh atau teknik foto Depth of Field yang bisa dibuat dengan teknik tertentu.


Tips dan trik membuat foto bokeh

Gunakan Bukaan Aperture Lebar
Aperture atau diafragma adalah lubang cahaya yang ada di lensa. Hal ini menjadi faktor yang cukup penting untuk menghasilkan foto bokeh pada kamera. Aperture atau diafragma besar akan membuat daerah ruang tajam foto menjadi sempit, sehingga selain objek fokus foto, bagian lain foto akan terlihat seperti blur. Sekedar mengingatkan, aperture lebar digambarkan dengan f angka kecil. Misal f2 atau f1.8.

Letakkan Objek Pada Background yang Jauh
Bokeh juga sangat dipengaruhi dengan jarak antara objek foto dan background. Semakin jauh background foto anda, maka akan semakin mudah menghasilkan foto dengan background yang blur.

Dekatkan Jarak Kamera dengan Objek
Setelah melakukan setting aperture sesuai cara diatas, maka langkah selanjutnya adalah dengan memperdekat jarak kamera (anda) dengan objek foto. Semakin dekat dengan objek, maka akan semakin sempit area fokus objek foto anda (Depth of Field). Namun ketika memperdekat jarak, perhatikan pula komposisi antara objek dengan keseluruhan frame foto anda.

Gunakan Rentang Lensa Terpanjang
Sebagai optional, untuk memperoleh foto dengan bokeh yang baik, maka pergunakan lensa yang baik pula. Sebenarnya 3 trik diatas adalah teori dasar untuk menghasilkan foto bokeh. Namun untuk memaksimalkan hasil, pergunakan lensa dengan focal length yang besar. Jika anda menggunakan lensa 18-55, maka gunakan FL 55mm dengan aperture terbesarnya (biasanya 5.6).

Gunakan Lensa Prime/Fixed Lenses
Karena makin besar aperture makin bagus pula bokehnya, jika anda memiliki lensa prime, pakailah. Lensa prime atau prime lens atau fixed lens, adalah lensa yang memiliki focal length tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Lensa prime biasanya menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus karena memilki bukaan aperture yang sangat besar, tipikal lensa prme adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8.

Demikian tips singkat membuat foto bokeh. Tentunya hasil foto juga tergantung dari pengalaman anda yang bisa anda latih secara tekun jika memang ingin terjun secara profesional ke dunia fotografi.